![]() |
Apa Saja Kesalahan Finansial Masa Muda Yang Sering Terjadi? |
Jejak Potensi percaya bahwa pengalaman berupa kesalahan finansial masa muda dapat menjadi pelajaran terbaik dalam hidup.
Karena semua orang pasti akan melakukan kesalahan finansial.
Sehingga yang kamu butuhkan adalah dengerin pengalaman orang dan belajar dari sana, agar kamu nggak melakukan hal yang sama.
Keep scrolling, yok cari tahu 6 kesalahan finansial masa muda yang dialami oleh hampir setiap orang, agar kamu bisa menghindarinya.
1. Hidup Pas-Pasan Di Akhir Bulan
Kesalahan finansial masa muda pertama yang sering terjadi adalah hidup pas-pasan akhir bulan.
Pernah mengalami hal kayak ini?
Hampir semua orang yang wartadana kenal punya momen ini dalam hidupnya. Uang sudah habis dan nggak ada modal buat biaya hidup sampai gajian mendatang.
Bahkan kadang harus minjam uang buat bertahan hidup menjelang gajian.
Di awal usia 20-an, hampir setiap akhir bulan harus wartadana lalui dalam keadaan pas-pasan.
Apalagi kalo mendekati tanggal gajian, serasa jarum jam mutar terbalik karena hari gajian yang sisa 2 hari doang nggak datang-datang.
Lamaaa bangett.
Ada pembelaan diri dengan ngomong bahwa gaji rendah dan biaya hidup tinggi, jadi nggak mungkin bakalan cukup.
Tapi dipikir lagi justru itulah gunanya belajar mengatur keuangan pribadi.
Karena kamu nggak bisa fokus hanya pada berapa uang yang mampu kamu hasilkan. Kamu juga harus fokus pada berapa uang dapat kamu belanjakan.
Saat kamu baru mampu menghasilkan gaji 1 juta, maka kamu harus bisa hidup dengan modal 1 juta ini.
Mau nggak mau harus dipaksakan sehingga itulah gunanya mencoba mengelola keuangan.
2. Nggak Punya Tabungan
Kesalahan finansial pribadi selanjutnya adalah nggak punya tabungan.
Rekening di bank hanya tempat persinggahan uang gaji. Mirip kayak stasiun. Tempat singgah sementara gaji kamu.
Kesalahan finansial masa muda yang kedua ini biasanya berbarengan dengan kesalahan pertama.
Saat gaji nggak cukup sehingga hidup pas-pasan menjelang gajian, maka besar kemungkinan kamu juga nggak bisa menyisihkan tabungan.
Untuk nginap satu malam saja gajinya nggak sempat.
Tapi pertanyaannya, haruskah seperti itu setiap bulannya?
Masa iya gaji nggak cukup buat makan? Masa menyisihkan 100 ribu saja nggak bisa? (silahkan jawab pertanyaan ini sesuai dengan kondisi kamu masing-masing)
Sekarang mari kamu cari tahu apa saja kemungkinan terburuk saat kamu nggak pernah punya tabungan.
- Tidak punya dana darurat sebagai cadangan untuk menghadapi kebutuhanurgent dadakan
- Menjalani hidup setiap bulannya dari satu gajian ke gajian berikutnya (paycheck to paycheck)
- Tidak mampu membantu orang yang kamu sayangi jika suatu saat mereka membutuhkannya (terutama dalam hal materi)
- Tidak mampu memenuhi keinginan & kebutuhan dadakan bagi diri sendiri.
3. Super Konsumtif
Kesalahan finansial masa muda yang ketiga adalah super konsumtif.
Maksud super konsumtif ini adalah kepengen semua barang.
Ada 2 jenis orang yaitu :
- Hanya suka satu / dua hal saja dan hanya fokus belanja pada satu / dua hal tersebut. Misalnya hobi berkebun dan ngabisin uangnya buat barang-barang kebun saja. Selebihnya dia akan berusaha hemat demi memenuhi kebutuhan berkebunnya.
- Orang yang mau semuanya. Hari ini ditawarin dia ngopi maka dia akan ngopi. Besok ditawarin tiket konser, dia mau nonton konser. Lusa ngeliatin tutorial bikin bolu dan dia kepengen punya feed #doyanbaking di IG-nya.
Pas awal usia 20-an kebanyakan orang adalah tipe kedua.
Kepengen semua hal. Penasaran mau tahu. Keinginan ngetes.
Dan kepengen ini – kepengen itulah bikin pengeluaran kamu naik. Apalagi jaman begini.
Sekarang kencangnya promo gratis ongkos kirim dan bisa retur pula, bikin gampang belanja.
Belum lagi kalo punya contact yang doyan jualan dari pagi sampai malam.
Whatsapp isinya dagangan orang melulu. Pagi dari bangun tidur sampai menjelang tidur isinya promosi.
Sehingga di jaman begini kamu mesti punya benteng.
Kamu mesti memahami apa yang benar-benar kamu mau.
Dan fokus pada apa yang kamu mau untuk bisa mengabaikan apa yang biasa-biasa aja.
4. Minjamin Uang Pada Orang Yang Salah
Kesalahan finansial masa muda selanjutnya adalah meminjamkan uang pada orang yang salah.
Kamu akan berpikir bahwa semua orang yang meminjam uang ke kamu akan melunasi hutangnya penuh.
Pengalamanlah yang akan ngajarin kamu, bahwa di luar sana banyak orang yang nggak mampu bertanggungjawab pada kewajibannya sendiri.
Percaya deh, di luar sana banyak banget orang seperti ini.
Dan satu lagi : hanya karena kamu bertanggungjawab bukan berarti kamu akan bertemu dengan orang yang sama bertanggungjawabnya.
5. Investasi Tanpa Pertimbangan
Investasi Tanpa Pertimbangan adalah investasi tanpa ngitung risiko dan return.
Modal angan cukuplah janji-janji manis “akan cuan 100 %” dan kamu langsung entry.
Kurangnya literasi keuangan dan nggak meratanya program edukasi dari pemerintah membuat banyak yang buta soal investasi.
Makanya banyak orang beli produk sekuritas dengan modal percaya pada brokernya, atau beli produk PAYDI dengan modal percaya pada ilustrasi di atas kertas.
Bukan serta merta nggak percaya pada mereka yang lebih ahli.
Tetapi sebelum berinvestasi kamu harus sudah ngerti apa untung dan apa ruginya serta memutuskan bahwa tingkat kerugian itu layak dijalani demi keuntungan yang mungkin kamu terima.
Posting Komentar
Posting Komentar