![]() |
Foto; Nobar Film Gadis Kretek di Warkop Kopas Jatirogo |
Film 'Gadis Kretek' ini bercerita tentang industri rokok kretek di Indonesia yang dibalut dengan kisah romansa. Kegiatan Nonton Bareng 'Gadis Kretek' di Warkop Kopas Jatirogo pada, Minggu (19/11/2023).
Gadis Kretek menceritakan tentang industri rokok kretek di Indonesia yang dibalut dengan kisah romansa pada era 1960-an. Lebas (Arya Saloka) mencari Dasiyah (Dian Sastrowardoyo) atas permintaan ayahnya yang bernama Soeraja (Ario Bayu) sebelum mengembuskan napas terakhir. Dalam perjalalanan pencarian tersebut, Lebas bertemu dengan Arum (Putri Marino) yang kebetulan punya hubungan dengan Dasiyah. Keduanya pun berusaha memecahkan misteri yang terjadi di masa lalu antara Dasiyah dan Soeraja.
Tahap pertama nonton bareng dilaksanakan dengan pemutaran 2 episode, dilanjutkan dengan spoiler diskusi, usai diskusi dilanjutkan lagi pemutaran film selanjutnya. Sementara itu kegiatan nonton film ini di hadiri oleh Pemuda Lokal, Mahasiswa dan pengunjung Kopas yang antusias untuk menyaksikan film tersebut.
Menurut Ragil Ramadhan Perwakilan Komunitas Grenduwoisme "Setelah menikah terjadi perceraian, dari perjodohan atar orang tua itu yang kemudian antara dua sejoli ini akan mengakibatkan keretakan hubungan diakibatkan tanpa ada rasa saling cinta" paparnya saat memandu diskusi
"Kalau dari sisi industri rokok pada kehidupan sekarang itu seperti apa, apakah di kehidupan nyata itu hal tersebut terjadi permainan ekonomi baik sama dengan realita yang terjadi di masyarakat" Pungkasnya
Tak hanya soal cerita cinta, Jeng Yah juga menyimpan banyak permasalahan soal gender, budaya dan sejarah bisnis rokok di Kota M. Namun tidak kalah lebih menarik, juga terdapat banyak pesan moral yang dapat diambil dari serial Gadis Kretek.
Berikut ini jejakpotensi.com kumpulkan kata-kata dan quotes dari serial Gadis Kretek sebagai pesan moral yang dapat diambil:
- “Sekeras apapun usaha saya, saya tetap tidak bisa melupakannya. Sebab ada janji yang harus saya tagih dan perasaan yang harus saya pastikan” – Dasiyah
- “Izinkan aku melindungimu dari rasa sakitmu di masa lalu” – Seno
- “Dunia bergerak seperti sebuah misteri yang tidak kita pahami. Tapi kita akan selalu menemukan ruang yang mengantarkan kita pada jawaban-jawaban yang kita cari” – Dasiyah
- “Kadang ada hal-hal yang harus tetap tinggal di masa lalu, nggak perlu diungkit-ungkit lagi” – Purwanti
- “Saya sudah membuang jauh-jauh apa yang saya impikan. Dan saya tahu saya mungkin tidak akan pernah mendapatkan apa yang saya mau” – Dasiyah
- “Kita semua pernah di titik terendah. Kalau orang menyebutnya luka, saya menyebutnya pelajaran” – Dasiyah
- “Sesungguhnya saat itu saya tahu apa yang saya inginkan. Namun sejauh mana saya bisa dan boleh memilih pilihan saya sendiri” – Dasiyah
Posting Komentar
Posting Komentar