![]() |
Foto : Sumber Jagad Sembilan |
Bojonegoro, Jejak Potensi – Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur meluap. Rumah-rumah yang ada di bantaran sungai itu terendam banjir setinggi hingga 1 meter.
Sementara di jalan-jalan desa ketinggian banjir bervariasi. Mulai 30 cm hingga 50 cm. Sedangkan kondisi perkampungan yang masih terendam banjir.
Dari data yang berhasil dihimpun awak media pada Senin (11/03/2024) menyebutkan, 11 Kecamatan itu antara lain :
1. Kecamatan Bojonegoro. Di Kecamatan Bojonegoro itu banjir merendam 5 Desa. Yakni Kelurahan Ledok wetan, Kelurahan Banjarejo, Kelurahan Campurejo, Kelurahan Klangon, dan Kelurahan Ledok Kulon.
2. Kecamatan Padangan. Di Kecamatan Pada banjir merendam 4 Desa. Yakni Desa Tebon, Desa Prangi, Desa Nguken, dan Desa Kuncen.
3. Kecamatan Ngraho. Di kecamatan Ngraho banjir merendam 3 Desa. Yakni Desa Tepalan, Desa Luwihaji dan Desa Payaman.
4. Kecamatan Dander. Di kecamatan Dander banjir merendam 2 Desa. Yakni Ngulanan dan Desa Ngablak.
5. Kecamatan Trucuk. Di kecamatan Trucuk banjir merendam 7 Desa. Yakni Desa Tulungrejo, Desa Mori, Desa Banjarsari, Desa Pagerwesi, Desa Sumbangtimun, Desa Kandangan dan Desa Trucuk.
6. Kecamatan Kalitidu. Di kecamatan Kalitidu banjir merendam 4 Desa. Yakni Desa Mojo, Desa Leran, Desa Sukoharjo dan Desa Panjunan.
7. Kecamatan Kasiman. Di Kecamatan Kasiman banjir banjir merendam 3 Desa. Yakni, Desa Batokan, Desa Betet dan Desa Tembeling.
8. Kecamatan Malo. Di Kecamatan Malo banjir merendam 3 Desa. Yakni Tanggi, Desa Kacangan dan Desa Sudah.
9. Kecamatan Baureno. Di Kecamatan Baureno banjir merendam 3 Desa. Yakni desa Lebaksari, desa Tanggungan dan desa Kalisari.
10. Kecamatan Kanor. Di Kecamatan Kanor banjir merendam 4 Desa. Yakni desa Gedungarum, desa Piyak, desa Kabalan dan desa Tejo.
11. Kecamatan Gayam. Di kecamatan gayam banjir merendam 1 Desa. Yakni desa Manukan.
Dari beberapa data yang terhimpun hingga berita ini dirilis juga menyebutkan, rumah yang terdampak ada 500 KK, Serta menggenangi luas lahan pertanian sebanyak 371 Ha.
“Padahal rumah ini termasuk dibangun dengan tinggi,” Menurut laporan Tatik, Warga Desa Ngulanan air sudah masuk selutut orang dewasa.
Selain tidak bisa aktifitas, ada juga ayam yang mati karena terendam dan ada yang dimangsa ular. Tatik berharap, air segera surut supaya bisa beraktifitas seperti biasa kembali.
“Saya berharap air sungai cepat surut, sehingga tidak banjir dan kita bisa beraktivitas seperti biasa kembali.” pungkasnya. (Kuh/red)
Posting Komentar
Posting Komentar