![]() |
Aktivitas penjemuran tembakau hasil rajangan, oleh masyarakat di Bojonegoro. |
Jejak Potensi, Bojonegoro - Wilayah timur dan selatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mayoritas petani tembakau mulai khawatir saat hujan mulai turun, karena akan mempengaruhi produksi tembakau dan berpotensi harga terus mengalami penurunan.
Munawar (54), salah satu petani tembakau di Desa Bulu Kecamatan Sugihwaras. mengatakan, bahwa hujan sudah mulai turun, meski masih dalam intensitas sedang namun jika hujan ini terus berlangsung maka akan dapat merusak kualitas tanaman tembakau dan harga jual.
“Kekita musim hujan kualitas tembakau banyak yang rusak. Sehingga pengaruh pada harga jual tembakau rajangan kering,” katanya kamis (12/9/2024).
Pada dasarnya harga komoditas tembakau memang berfluktuasi setiap tahunnya dan berbeda-beda di setiap sentra produksi.
Namun jika harganya turun saat masa panen, maka ada faktor yang memengaruhi selain cuaca, yang mana tahun ini Indonesia akan mengalami fenomena La Nina sehingga musim hujan diprediksi maju menjadi September atau Oktober.
Salah satu faktor selain cuaca yaitu dari regulasi pemerintah yang memperketat peredaran rokok, dengan keluarnya PP 28 Kesehatan pada Juli 2024 ini. Sehingga ada beberapa sentra tembakau mengalami koreksi harga sehingga ada sedikit penurunan.
Sepanjang tahun 2023 harga tembakau sedang baik, hingga sebelum terbitnya PP Kesehatan pada Juli 2024 lalu. Berimbas pada harga tembakau di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi salah satu sentra produksi tembakau mengalami penurunan harga. (Kuh)
Posting Komentar
Posting Komentar